Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. .:)

Migratoria 2010 goes to Saung Mirwan Garut

SAUNG MIRWAN

Profil PT Saung Mirwan PT. Saung Mirwan didirikan , T. Hadinata  pada tahun 1983 terletak di Ds. Sukamanah Kp. Ps. Muncang Kec. Megamendung – Bogor, Indonesia dengan ketinggian 670m dpl. Garut Lahan Garut merupakan areal produksi dengan luas 9 Ha yang diperoleh dengan menyewa lahan dari para petani yang bermukim di sekitar areal pertanaman. Lahan yang tersebar di sekitar Kecamatan Cisurupan ini tersebar di desa Cisurupan, Tambakbaya, Cilame, Cidatar, Barusuda, dan Balewangi ini terbagi atas : Lahan luar seluas 8.7 Ha terdiri atas tanaman kapri, lollorosa, butterhead, selada keriting, selada merah, endive, lettuce head, lettuce romaine, asparagus, brocolly, edamame, zukini hijau, radichio, kailan baby, kailan, daun bawang, pakcoy putih, dan pakcoy hijau Green house / persemaian seluas 0.06 Ha digunakan untuk tempat persemaian Lain lain seluas 0.24 Ha terdiri atas sarana dan prasarana kebun seperti kantor, asrama, dan lain lain

PROGRAM PRODUKSI UTAMA KEMITRAAN Komoditi yang telah dikembangkan melalui pola kemitraan PT. Saung Mirwan antara lain :

– Buncis mini

– Buncis TW

– Edamame coral

– Edamame segar

– Okura

– Zukini

– Pakchoy

– Daun Bawang Dan untuk kemitraan Garut (yang saat ini sudah bukan lagi trial/percobaan, tetapi sudah sejajar dengan

kemitraan Gadog) memproduksi :

– Lettuce Head

– Nasubhi

– Selada Keriting

– Pakchoy

– Timun Jepang

– Buncis Mini

– Zukini

– Edamame

Mitra Beli Untuk memenuhi permintaan sayur para pelanggan yang beragam jenisnya, PT. Saung Mirwan tidak hanya mendapatkan pasokan sayuran dari produksi sendiri, mitra tani, dan mitra kota yang tersebar di beberapa tempat di Jawa Barat. PT. Saung Mirwan juga bekerja sama dengan kios sayuran dan pengepul yang ada di daerah Jakarta, Bogor, Cipanas, Cianjur, Bandung, Garut dan beberapa tempat di Jawa Timur untuk mendapatkan pasokan sayur. Biasanya sayur yang diperoleh dari mitra beli ini adalah jenis sayuran yang sudah diproduksi secara masal, mempunyai harga yang cenderung fluktuatif, serta beberapa diantaranya adalah mempunyai jumlah permintaan yang relatif kecil. Jenis sayuran yang diperoleh dari mitra beli antara lain buncis TW, kol putih, kol merah, selada keriting, tomat TW, cabe, bit, dan sawi putih. Tak jarang perusahaan bahkan memberikan bantuan dana kepada para mitra beli sebagai modal untuk mendapatkan sayuran dari petani sesuai yang dibutuhkan oleh PT. Saung Mirwan. Sebagai timbal baliknya, mitra beli harus dapat mensupply sayuran yang dibutuhkan oleh PT. Saung Mirwan sesuai dengan permintaan customer yang telah diatur melalui sebuah rencana mingguan dan telah disepakati oleh kedua belah pihak baik jumlah dan harganya.

Hama-hama yang terdapat di lahan padi daerah subang antara lain :

Wereng coklat atau wereng punggung putih

Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) memiliki tingkat kemampuan reproduksi

yang tinggi jika keseimbangan populasinya terganggu oleh penanaman varietas peka,

perubahan iklim (curah hujan), maupun kesalahan aplikasi insektisida yang

menyebabkan resurjensi hama. Wereng coklat mampu merusak tanaman padi dalam

skala luas pada waktu yang relatif singkat. Wereng coklat dan wereng punggung putih

(Sogatella furcifera H.) seringkali menyerang tanaman secara bersamaan pada

tanaman stadia vegetatif. Varietas yang tahan wereng coklat belum tentu tahan wereng

punggung putih. Oleh karena itu, pengendalian wereng coklat harus dimulai sebelum

tanam. Pengendaliannya adalah:

• Di daerah endemis wereng coklat, pada musim hujan harus ditanam varietas

tahan wereng coklat.

• Gunakan berbagai cara pengendalian, mulai dari penyiapan lahan, tanam jajar

legowo, pengairaninttermitten, takaran pupuk sesuai BWD.

• Monitor perkembangan hama wereng punggung putih dan perimbangan populasi

wereng coklat dan musuh alami pada umur 2 minggu setelah tanam sampai 2

minggu sebelum panen. Pengambilan keputusan pengendalian wereng coklat

berdasarkan ambang kendali perlu mempertimbangkan populasi musuh alami,

dengan cara:

– Lakukan pengamatan pada 20 rumpun tanaman secara diagonal. Hitung

jumlah wereng coklat + wereng punggung putih, predator (laba-laba,

Opionea, Paedorus, dan Coccinella), dan kepik Cyrtohinus

– Penggunaan insektisida didasarkan pada jumlah wereng terkoreksi dan umur

tanaman, yaitu bila: Nilai D >5 ekor pada saat tanaman berumur <40 HST,

atau >20 ekor umur 40 HST

– Insektisida yang dianjurkan adalah fipronil (untuk biotipe 1 atau 2) dan

imidakloprid (untuk biotipe 1, 2, 3, dan 4), atau insektisida rekomendasi

setempat.

– Bila populasi hama dibawah ambang ekonomi, gunakan insektisida botani

atau jamur ento-mopatogenik (Metarhizium annisopliae atau Beauveria

bassiana)

Siput murbei atau keong mas (Pomace canaliculata Lamarck)

Merupakan hama baru yang penyebarannya cukup luas. Kerusakan terjadi ketika

tanaman masih muda. Petani harus menyulam atau menanam ulang pada daerah

dengan populasi siput yang tinggi sehingga biaya produksi meningkat. Pengendaliannya

adalah:

• Mencegah introduksi keong mas pada areal baru. Bila keong mas masuk ke

dalam areal sawah baru akan berkembang cepat terutama pada lahan yang

selalu tergenang dan akan sukar dikendalikan.

• Pengendalian harus berkesinambungan, walaupun tanaman sudah berumur 30

HST, pengendalian harus tetap dilakukan untuk mencegah serangan pada

pertanaman berikutnya.

• Secara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan telur

dan keong mas baik dipesemaian atau di pertanaman secara bersama-sama,

membersihkan saluran air dari tanaman air seperti kangkung, dan

mengembalakan itik setelah panen. Untuk mengurangi kegagalan panen, harus

menyiapkan benih lebih banyak.

• Pada stadia vegetatif, dapat dilakukan: (1) pemupukan P dan K sebelum tanam;

(2) menanam bibit yang agak tua (>21 Hari) dan jumlah bibit lebih banyak; (3)

mengeringkan sawah sampai 7 HST; (4) tidak mengaplikasikan herbisida

sampai 7 HST; (5) mengambil keong mas atau telur dan memusnahkan; (6)

memasang saringan pada pemasukan air untuk menjaring siput; (7)

mengumpan dengan menggunakan daun talas atau daun pepaya; (8) Aplikasi

pestisida anorganik atau nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20-50 kg/ha

sebelum tanam pada caren sehingga pestisida bisa dihemat.

  1. Keahlian Umum Program Studi :
    • Pengetahuan tentang teknik pengelolaan tanaman sehat.
    • Keahlian dalam memasyarakatkan pengetahuan dalam bidang pertanian secara luas.
    • Kreatif dan inovatif di bidang pertanian.
    • Kemampuan penalaran dan analisis di bidangnya.
    • Daya tanggap yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
  2. Keahlian Khusus Program Studi :
    • Keahlian dalam memecahkan permasalahan OPT di lapangan, yang meliputi identifikasi permasalahan dan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
    • Keahlian melaksanakan beberapa tugas penelitian laboratorium yang berhubungan dengan OPT.
    • Kemampuan manajerial dalam pengelolaan OPT.
    • Kemampuan mengembangkan usaha wiraswasta yang berhubungan dengan pengendalian OPT.
  3. Keahlian Ciri Khusus IPB :
    • Kemampuan mengembangkan teknologi alternatif pengelolaan hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan.
    • Berwawasan agribisnis dan kewirausahaan.
  4. Lapangan Pekerjaan Umum :
    • Pekerja lapangan atau laboratorium atau pendidik bidang agronomi (tanaman + tanah + soseknya).
    • Perusahaan agribisnis dan jasa perbankan.
    • Perusahaan makanan (makanan bayi, susu, dll), bagian pengawasan mutu.
    • Pemerhati lingkungan dan advokasi (YLKI, LSM, penulis, wartawan, dll)
    • Instansi yang berkaitan dengan lingkungan (LH, Bappedal, dll).
  5. Lapangan Pekerjaan Khusus :
    • Pekerja lapangan laboratorium yang berhubungan dengan bidang OPT dan produk-produk kesehatan tanaman (fitosanitari).
    • Staf pengajar.
    • Peneliti.
    • Perusahaan pestisida, pest control, dan supervisor hama dan penyakit tanaman.
    • Instansi pemerintah dan BUMN yang menangani perlindungan tanaman (Karantina, Bulog, dll).